Manusia dan Usaha Yang Dilakukannya
Created : Madam Anita
Bagaimana Ramadhan dan Syawal teman-teman ? Insya Allah lebih baik dari tahun lalu ya. Aamiin..,
Saya terusik dengan pertanyaan salah satu mitra mengenai mengapa sebagai leader harus bersusah payah memotivasi diri sendiri bahkan team untuk maju. Bukankah semua sudah ditentukan takaran rezekinya?
Menurut Dr. Yusuf Qardhawi, manusia terbagi menjadi empat golongan dalam hubungannya dengan usaha, yaitu
1. Golongan yang Menafikan Usaha
Yaitu orang yang merasa tak perlu repot berusaha mencari nafkah, cukup percaya dan bertawakal saja kepada Allah SWT karena rezeki sudah diatur olehnya.
Mereka meniru perilaku para sufi pada masa dahulu. Padahal secara ilmu agama, peniru perilaku sufi ini masih jauh dari para sufi yang memiliki ilmu agama yang tinggi.
Insya Allah mitra british propolis sadar bahwa kita bukan sufi yang menafikan usaha. Yang ada para mitra berlomba-lomba melakukan sedekah besar-besaran setelah berjualan pol-polan.
2. Golongan yang Hanya Bergantung Pada Usaha tapi Tidak dengan Pembuat Usaha
Nah, ini biasanya dialami para orang gajian seperti saya dulu. Adanya gaji bulanan membuat orang yakin rezekinya hanya sebesar itu dan datangnya ditanggal tersebut.
Contoh lainnya pada saat menerima warisan gede. Sampai berkata, “kalau tidak karena warisan bapak, mana mungkin saya akan terlantar.
Sangat jarang dikatakan jika ada yang menyebut Allah-lah yang telah menyediakan dan memberinya rezeki.
Sayangnya golongan orang seperti ini berada pada golongan musyrikin.
Allah tetapkan dalam QS surat Yunus31-32
Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"
3) Golongan yang Meminta bantuan Pada Usaha untuk melakukan Maksiat
Golongan ini adalah mereka yang berharta tetapi menggunakan kekuasaannya untuk menekan orang-orang dibawahnya alias dzholim terhadap manusia lainnya. Misal menuntut ilmu untuk membodohi masyarakat sekitarnya, atau pemberian THR dilama-lamakan dibayar ke karyawan.
Sedangkan di BP, Founder pak ippho santosa memberikan contoh tidak hanya THR bahkan biaya sekolah anak karyawan juga ditanggung. Semoga kita bisa mengimplementasikan kepada karyawan kita Aamiin.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munafiqun: 9)
4. Golongan yang Menggabungkan antara Usaha dan Tawakal Kepada Musabbib
Inilah golongan yang melakukan usaha namun tidak lupa terhadap Allah SWT dan dia melakukan atas dasar tawakal kepada Allah Golongan ini adalah golongan yang paling baik pemahamannya terhadap Alllah dan Rasul, Anak dan keluarga serta Amal Jariyah.
Semoga kita semua mampu menduplikasi suri tauladan dari Pak Ippho, coach Dedi mulai dari adab jual beli, pembinaan sampai menghasilkan.
Aamiin Ya Rabb.. 🤲
Tidak ada komentar:
Posting Komentar