Jumat, 09 Juli 2021

3 RAHASIA PENTING

 3 RAHASIA PENTING

Nani juga baru-baru ini memahami 3 rahasia penting ini. 

Hingga akhirnya menyadari wajar ya kalau selama ini merasa lamaaaa banget untuk bisa cicipin keberhasilan. 

Coba pola satu dan pola lainnya. Namun nggak juga membuahkan hasil.

Apa yang salah ya?

Ternyata oh ternyata, 3 hal ini yang NANI LUPA!

1. NO BLAME!

2. NO BLAME!

3. NO BLAME!

Kegagalan saya bukan disebabkan oleh orang lain, pesaing, keadaan politik, supplier, karyawan, konsumen, lingkungan, netizen, nyinyiers (orang yang suka nyinyir 😅) atau bahkan cuaca sekalipun. 

Ya kegagalan SAYA bukan disebabkan oleh itu semua.

Satu-satunya penyebab kegagalan saya adalah diri saya sendiri!

"Personal Responsibility"

Tidak ada yang bertanggung jawab atas dirimu, kesehatanmu, kebahagiaanmu, kemakmuranmu, selain dirimu sendiri.

Harus punya mental BERTANGGUNG JAWAB dulu untuk bisa menggapai sukses. 

Karena selama masih mental nyalahin orang lain, ingin ditolongin orang lain, ngemis perhatian orang lain... gak akan pernah terlihat akhir dari jalan menuju kesuksesan.

Ya Allah... kenapa saya lahir dari orang tua miskin.  Kenapa nggak seperti mereka yang lahir di keluarga orang kaya.

Ya Allah...kenapa keluarga saya gak support saya bisnis, padahal yang lain, mereka seru bisa  couplepreneur bahkan familypreneur.

Ya Allah...kenapa yang didatangkan mitra yang kurang baik kinerjanya, kalo mereka kenapa dititipka  mitra yang bagus semua.

Dan kenapa kenapa kenapa lainnya...

Selama masih ada kata KENAPA dan itu bertujuan untuk meratapi nasib, menyalahkan keadaan, menunjuk orang lain atas kegagalan yang dihadapi, selama itu juga nggak akan bisa merasakan buah manis kesuksesan itu. Percayalah. Karena energy kita sudah tersita banyak utk hal yg sia-sia.

Ini soal mindset. Dan Pak Ippho, Coach Dedy dan Kak Riri berulang menyampaikan. Hanya saja sebagian kita mungkin menganggap ini hal yg nggak memberi dampak besar dibanding harus jago ngonten, jago copywriting dsb.

Check 🧐😎

Orang A

- Omzet turun gara-gara kompetitor banting harga.

- Bisnis gak naik-naik sebab mitra nggak mau manut nurut.

- Mentor sih cuekin dan ngga k peduli.

- Konsumen bawel banget, cuma tanya doank, gak jadi beli.

dst..

Orang B

- Wah kompetitor banting harga, saya harus melakukan sesuatu agar konsumen beli bukan karena harganya yang murah.

- Gimana ya caranya biar mitra mau melakukannya, saya harus belajar jadi leader yang lebih baik ni.

- mentor nggak peduli mungkin saya nggak teachable selama ini.

- Copywriting harus lebih bagus lagi agar konsumen yang sudah chatting kudu closing.

Lihatlah teman... tantangannya sama, dihadapi dengan MINDSET yang berbeda, hasilnya jauuuuuuh berbeda! Setuju? 

Kalo teman-teman pilih jadi orang A atau orang B? Coba renungi 😘

Contoh lainnya, saya nggak bisa jualan kak Nan, kayaknya saya nggak bakat Kak Nan, nggak ngerti gimana jualannya. Nah, ini kebanyakan alasan hihihi 🤭 Padahal, dia yg nggak mau hadir pembinaan (ilmu bertabur disana), dia nggak mau baca sharing leader dan tmn tmnnya (padalah ilmu ada disana). Belajar dan Praktek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar